Kamboja Bagi Kristus

“Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus yang karenaNya aku dipenjarakan.” ( Kolose 4:3)

Salam Sejahtera dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Gembala Agung kita!

Sungguh suatu sukacita bagi kami dapat berjumpa dengan Bapak/Ibu, Saudara-saudari seiman dalam Tuhan. Segala kemuliaan bagi nama Tuhan Yesus Kristus yang telah menuntun kami ke sebuah Negara dan suku bangsa yang belum percaya kepada Yesus bahkan masih menyembah dewa-dewa asing.  Firman Tuhan diatas merupakan doa serta harapan Rasul Paulus agar umat Tuhan di Kolose boleh mengambil bagian untuk berdoa mendukung pemberitaan injil yang di lakukan oleh Paulus. Hal ini juga menjadi doa dan harapan kami bahwa Bapak/ibu saudara/I dapat mengambil bagian bersama kami  sebagai satu Tim bagi pelayanan pekabaran injil yang sedang kami kerjakan di Kamboja, sehingga Tuhan sendiri yang akan membuka pintu bagi pemberitaan kami di ladang misi dan oleh anugerah Tuhan kiranya kami dengan leluasa dapat berbicara tentang rahasia Kristus kepada orang-orang terhilang ditengah-tengah bangsa ini.

Tentang Kami

Perkenankan kami memperkenalkan diri serta berbagi kesaksian panggilan Tuhan. Saya, Charles Oematan dan istri saya, Monita Togatorop, kami memiliki dua orang putri yakni, Stefania (8 thn)  & Evangelista (6 thn).

Saya dan istri mendapat panggilan misi lintas budaya sebelum kami menikah. Setelah melayani selama lima tahun sebagai Gembala jemaat di Lampung maka kami putuskan untuk masuk dalam persiapan misi di Jakarta. Sambil terlibat melayani selama tiga tahun di Gereja Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (Gereja POUK Pukris) di Kota Wisata, Cibubur. Melalui proses doa dan pergumulan yang panjang, dengan jelas kami meyakini panggilan Tuhan atas kami sekeluarga untuk pergi ke Kamboja untuk menyampaikan kabar baik kepada saudara-saudara orang Khmer. Panggilan ini diteguhkan melalui kenyataan yang kami lihat dalam kunjungan/survey pada Oktober tahun 2012, dimana kami melihat betapa bangsa ini sangat terbuka bagi masuknya Injil dan akhirnya kami diutus ke Kamboja oleh Gereja POUK Pukris Kotawisata pada hari Minggu tanggal 24 Nopember 2013 dan kami berangkat dan tiba di Kamboja pada tanggal, 27 Nopember 2013 dan Gereja POUK Purkis Kota Wisata inilah yang menjadi gereja pengutus kami masuk ke ladang misi di Kamboja.

Proses  mengenal ladang pelayanan

Tidak terasa saat ini kami sudah memasuki tahun keenam di ladang misi Kamboja. Kami melihat bahwa setiap saat Tuhan senantiasa menopang kami serta memberi jaminan dan peneguhan akan panggilanNya bagi kami di tengah-tengah bangsa yang berbeda budaya dan nilai hidup. Merupakan sebuah ucapan syukur tak terhingga apabila kami dapat bekerja bagiNya serta bagi mereka yang terhilang. Setiap harinya kami harus berinteraksi dengan orang-orang yang bahasa, serta nilai-nilai dan gaya kehidupannya berbeda dengan kami, menyebabkan kami berada pada tantangan budaya.

Namun dengan mengambil waktu untuk berdoa dan bersekutu dengan Allah dapat menolong kami untuk mengalami kasih Allah untuk mengasihi saudara-saudara Khmer.

Konsistensi untuk belajar bahasa lokal juga merupakan sesuatu yang menguras tenaga dan pikiran namun kami sadari bahwa belajar bahasa akan sangat penting dalam pelayanan misi lintas budaya. Hingga saat ini kami berdua masih tetap belajar bahasa, baik dalam berbicara maupun membaca dan menulis.

Dua Pelayanan yang Dipercayakan Tuhan

Ladang Tuhan terbentang luas di seluruh tanah Kamboja, mobilisasi pelayanan kami ada di enam Propinsi di Kamboja, namun saat ini ada dua gereja rumah yang menjadi focus dan perhatian kami yakni:

Pertama; SOMRAONGTHOM, Kendal Province

            Pada masa-masa awal kami mulai terlibat langsung dalam pelayanan di Kamboja, dengan membantu pelayanan seorang Pastor lokal di Kecamatan Somraongthom, di Kendal Province. Di tempat tersebut terdapat sekitar 70 anak dan beberapa orang dewasa yang sudah mulai diajar mengenal Tuhan. Di tempat ini kami masuk melalui program Kelas Bahasa Inggris gratis, Persekutuan bersama dan tiga bulan sekali mengadakan acara sanitasi. Puji Tuhan, setelah beberapa bulan secara rutin kami melayani maka jumlah anak-anak semakin bertambah hingga mencapai jumlah sekitar 130 anak dan setiap minggu di akhir kelas bahasa Inggris kami mengadakan persekutuan bersama anak-anak dan mendengar Firman Tuhan.

Kedua; DEI DOH, Kendall Province, TANAH YANG DIMUNCULKAN TUHAN.

            Pada awal Oktober 2014 yang lalu, kami berkenalan dengan seorang remaja putri yang rajin ikut beribadah di desa Somraongthom. Dia sangat antusias menolong kami mengajar anak-anak. Hingga suatu saat dia menyampaikan kerinduan agar anak-anak di desanya; Dei Doh (3 km dari desa Somraongthom tempat kami melayani),  juga bisa mendapatkan pelayanan yang sama. Maka kami mulai melakukan perkunjungan ke desanya sebanyak tiga kali, untuk berdoa dan memikirkan strategi yang cocok untuk pelayanan di sana. Pertemuan pertama dengan keluarga ini sangat menghibur hati kami karena mereka begitu terbuka.

Akhirnya pada awal Februari 2015 kami mengadakan acara khusus untuk anak-anak yakni acara sanitasi terdiri dari pengobatan (luka dan sakit ringan), pembagian obat serta mengajarkan anak-anak tentang kesehatan dan kebersihan. Program ini kami lakukan sebagai langkah awal agar diterima oleh masyarakat di situ. Setelah program pertama berjalan baik maka saat ini kami membuka kelas bahasa Inggris gratis untuk anak-anak dan mengadakan persekutuan bersama dengan mereka setiap minggunya. Saat ini terdapat kurang lebih 30 anak yang secara rutin belajar dan mengikuti kebaktian anak yang kami lakukan.

Selain itu, kami mengadakan kunjungan ke rumah anak-anak yang belajar, dengan tujuan agar lebih mengenal keluarga mereka dan sebaliknya mereka dapat mengenal kami.

Pada sebuah perkunjungan di bulan Maret 2015 lalu, kami berbagi Kabar Baik tentang Tuhan Yesus Kristus kepada orang tua dan keluarga mereka. Belum semua menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat namun ada orang tua ataupun kakek nenek anak-anak ini yang mempersilahkan anak atau cucunya diajar mengenal Yesus. Kami akan menceritakan khusus dalam cerita bersambung tentang pelayanan di Kamboja.

Doa dan Harapan:

Doa dan harapan kami kiranya kabar baik terus diberitakan kepada orang Khmer di Kamboja dan Bapak, Ibu dan Saudara dapat mengambil bagian mendoakan pekerjaan Tuhan di tanah Kamboja. Kami ucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak, Ibu dan Saudara mendukung kami.

Pos-pos Terbaru

Arsip