10 Nov 2019 “MEMBANGUN TEMPAT KEDIAMAN ALLAH”

Tema : “MEMBANGUN TEMPAT KEDIAMAN ALLAH” (Hagai 2:1-9)            Oleh Pdt. Febri

Puji Tuhan Minggu lalu kita sudah diberkati dengan tema; “Orang benar hidup oleh percayanya”. Dan sebagai orang benar yang hidup oleh percayanya, pastilah menyukai ibadah karena merindukan dan mendambakan kehadiran Allah. Salah satunya dengan datang ke tempat kediaman Allah. Dalam Perjanjian Lama, tempat kediaman Allah, atau tempat kehadiran Allah itu adalah Bait Allah, sebelumnya disebut tabernakel, kemah suci, sebelumnya disebut tabut Allah atau tabut perjanjian, sebelumnya disebut mezbah Allah atau sebelumnya disebut tugu/batu peringatan. Itu sebabnya, ketika tempat kediaman Alah dibangun oleh Salomo, yang disebut “Bait Allah”, membuat bangsa Israel begitu sangat bangga, bermegah dan bahagia melebihi kebahagiaan dari apapun juga. Namun kita ketahui bersama bahwa selama 490 tahun bangsa Israel tidak memperingati Sabat dengtan benar, dan akibatnya bangsa Israel ditawan selama 70 tahun di Babilonia (605, 586-538), dan Bait Allah dihancurkan. Sungguh sebagai tawanan pastilah tidak menyenangkan, sangat menderita, sulit dan tidak ada harapan akan masa depan. Namun kesusahan yang berkepanjangan itu tiba-tiba menjadi indah karena ada secercah harapan ketika pemerintahan berganti kepada raja Darius.

Saat itu raja Darius memerintahkan bangsa Israel untuk kembali pulang ke tanah perjanjiannya, dengan satu tujuan yaitu, membangun kembali Bait Allah. Kali ini bukan lagi Darius melainkan Tuhan berfirman melalui nabi Hagai; “Masih adakah di antara kamu yang telah melihat Rumah ini dalam kemegahannya semula? Dan bagaimanakah kamu lihat keadaannya sekarang?. Bukankah keadaannya di matamu seperti tidak ada artinya?” (ayat 4), Sebab beginilah firman Tuhan semesta alam; “Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat. Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman Tuhan semesta alam. KepunyaanKulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman Tuhan semesta alam. Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman Tuhan semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam” (ayat 7-10). Sungguh menakjubkan bukan?. Pertanyaannya, “Mengapa penting sekali bagi orang Israel membangun kembali Bait Allah, tempat kediaman Allah?. Apa relevansi dan maknanya dalam konteks masa kini, serta bagaimana membangun tempat kediaman Allah yang sesungguhnya?. Mari kita perhatikan beberapa jawaban dibawah ini :

1. MENGAPA PENTING SEKALI BAGI ISRAEL MEMBANGUN KEMBALI BAIT ALLAH, TEMPAT KEDIAMAN ALLAH?. Karena bagi Israel Bait Allah merupakan simbol “kehadiran” Allah, “penyertaan Allah, dan “berkat” Allah. Jadi selama Bait Allah itu ada di Yerusalem, maka orang Israel tidak akan takut dan gentar dari apapun dan siapapun, karena ada Allah. Dengan demikian umat Allah begitu sangat mendambakannya dan merindukannya untuk berada di Bait Allah, sebagaimana ungkapan pemazmur; “lebih baik satu hari dipelataran rumah Tuhan dari pada seribu hari ditempat lain” (Maz 84:11). Bayangkan, baru dipelatarannya saja sudah menyenangkan apalagi di dalamnya. Pemazmur juga berkata; “betapa disenangi tempat kediaman-Mu ya Tuhan semesta alam. Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran Tuhan. hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup” (Maz 84:2-3). Sungguh betapa tempat kediaman Allah itu begitu mengagumkan dan mempesona hati. Dan terhadap sikap yang demikian akan tempat kediaman Allah, maka janji-Nya adalah bahwa Tuhan akan memulihkan kedaan mereka, serta akan memelihara, melindungi bahkan akan tinggal bersama-sama dengan mereka (bnd. 2 Tawarikh 7:13-16). Melalui kitab Hagai ini, mengajarkan kepada kita bahwa membangun tempat kediaman Allah atau pembangunan Bait Allah (arsitekturnya), adalah suatu perbuatan yang berkenan dan akan mendatangkan berkat.

2. APA RELEVANSINYA DAN MAKNA TEMPAT KEDIAMAN ALLAH ATAU BAIT ALLAH DALAM KONTEKS SEKARANG INI ?. Kita pernah membaca dan mendengar satu perikop firman Tuhan yang mengisahkan tentang kebanggaan bangsa Israel tentang Bait Allah, kemudian seketika itu juga Yesus berkata dengan tegas; “rombak bait Allah ini dan dalam tiga hari, Aku akan membangunnya kembali” (Yohanes 2:19). Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: “Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?” Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus” (Yoh 2:20-22). Artinya untuk masa kini, dengan kehadiran Kristus kedunia, menderita, mati disalib, dikuburkan dan bangkit, menebus, mengampuni dan menyelamatkan serta memberikan kehidupan kekal, maka Bait Allah itu bukan lagi soal gedungnya, kiblatnya, dan semaraknya, melainkan Tubuh Kristus yaitu jemaat-Nya, orang-orang yang percaya kepada-Nya, yang akrab disebut sebagai gereja (organisme) atau “eklesia” (1 Pet 2:9), yang di dalam diri-Nya, Allah berdiam, bertakhta. Itu sebabnya 1 Korintus 3:16 berkata; “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?Kemudian 1 Korintus 6:19-2 berkata; “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?. Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar:

3. BAGAIMANA MEMBANGUN TEMPAT KEDIAMAN ALLAH YANG SESUNGGUHNYA?. Firman Allah berkata; “.. Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu” (1 Kor 6:21b). Melalui dan dari kebenaran firman Tuhan ini, disampaikan bahwa tubuh kita adalah tempat kediaman Roh Kudus, Bait Allah. Maka membangun tempat kediaman Allah mengandung 3 pengertian.

  • Jaga, rawat dan peliharalah tubuh, jiwa dan roh ini dengan baik dan sehat, melalui olah pikir, olah raga dan olah roh, yakni membangun kesehatan (pola istirahat, pola makan dan pola stres) dan keintiman (penyembahan/saat teduh) serta kekudusan (menjauhi kejahatan), agar tubuh ini efektif dan berdayaguna serta optimal dalam memuliakan Tuhan. Dengan kata lain jangan merusak tubuh ini dengan hal-hal yang sia-sia seperti mengkonsumsi obat-obat terlarang, minum alkohol berlebihan, bergadang larut malam, tidak teratur pola istirahatnya, pola makannya dan pola stressnya, dan lain sebagainya.
  • Persembahkanlah tubuhmu, sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah” (Rm 12:2). Kalau dahulu tempat kediaman Allah itu sebuah gedung, benda mati dan ditempat, maka kini tidak lagi. Bahwa bait Allah itu adalah tubuh dan diri kita yang sudah ditebus dan hidup, bergerak kemana saja, sebagai persembahan dan penyembahan kepada Allah yang hidup dan kudus adanya. Artinya ketika kita memuji Tuhan, maka ekpresikan pujian itu melalui wajah dan suara yang sungguh-sungguh kepada-Nya. Ketika kita menyembah, ekspresikan hati dan sikap yang menyembah dalam roh dan kebenaran kepada-Nya. Ketika kita memberikan persembahan, berikanlah dari hati yang tulus dan penuh syukur dan sukacita kepada-Nya. Ketika kita mendengar firman Tuhan, sendengkanlah telingamu dalam ketaatan dan dengar-dengaran kepada-Nya. dan ketika kita sedang melayani dan menolong, maka layanilah atau tolonglah dengan kerelahan hati dan penuh kasih.
  • Sekalipun Bait Allah itu adalah gereja-Nya, umat-Nya, tetapi rumah ibadah/ gedung gereja, juga tidak kalah pentingnya untuk membangun kediaman Allah secara komunal/berjemaat. Maka umat Tuhan yang adalah tempat kediaman Allah atau Bait Allah yang sesungguhnya, hendaknya juga memperhatikan rumah/tempat umat Tuhan berhimpun beribadah, dengan memperhatikan dan mengelolanya dengan  baik dan benar, seperti; bangunan gedungnya, ijinnya, liturginya, ibadahnya, tata layannya, peralatannya, pelayannya, keuangannya dan lain sebagainya. Sehingga dengan demikian, umat Tuhan terpelihara dalam damai sejahtera, yang serta merta oleh penataan dan pemeliharaan rumah ibadah dimaksud, Nama Tuhan dimuliakan dan banyak orang diberkati. Amin!

Pos-pos Terbaru

Arsip